Assalamu'alaikum,
Kembali lagi dalam kesempatan berbagi, hehehe. Kali ini saya ingin memenuhi kalimat pada postingan sebelumnya untuk membahas mengenai tips memasak daging. Daging ayam maupun daging sapi dan kambing ya. Dulu sewaktu awal-awal menikah dan belajar masak, saya mengolah ayam sendiri (karena di rumah biasanya ibu yang mengolah π). Dan rasa kaldu maupun ayamnya kurang enak dan belum terlalu empuk walaupun sudah saya masak hingga 1 jam. Saya coba mencari tau apakah ada tips maupun trik dalam mengolah daging. Banyak sekali informasi yang tersedia dan kebanyakan diolah atau direbus dua kali. Mengapa dua kali? Karena rebusan pertama untuk membuang kotoran-kotorannya yang mengapung di permukaan air saat merebus. Saya berpikir dalam hati, apakah kaldunya tidak terbuang, kan sayang karena udah tahap perebusan, hehehe. Banyak-banyak saya baca, akhirnya saya berjodoh dengan satu artikel yang menjawab pertanyaan dalam hati saya (sumber saya cantumkan di bawah ya). Jawaban dari pertanyaan saya adalah, kaldu tidak akan terbuang. Itu semua kembali lagi pada masakan seperti apa yang akan kita buat.
Air Dingin, Air Mendidih
Ada apa dengan air dingin dan air mendidih? Tidak ada apa-apa, mereka baik-baik saja, lho π. Pemilihan air dingin maupun air mendidih ternyata memiliki hasil dan reaksi yang berbeda pada daging yang dimasak. Apa perbedaannya? Pengikatan 'juice' dalam dagingnya, itu jawabannya. Segala jenis daging, mulai dari ayam, sapi, dan kambing memiliki kaldu atau 'juice' yang menjadi sumber kelezatannya. Kaldu inilah yang membuat masakan kita menjadi gurih alami.
Perebusan dengan air dingin: Pori-pori daging akan terbuka seiring dengan semakin memanasnya air yang direbus dan kaldu akan keluar.
Perebusan dengan air mendidih: Pori-pori daging tetap tertutup sehingga kaldu akan terkunci dalam daging.
Sebaiknya merebus dengan air dingin atau air yang sudah mendidih?
Kembali lagi, tergantung masakan yang akan dibuat. Jika semisal ingin membuat sup yang akan dinikmati juga kuahnya, lebih baik rebus dengan air dingin. Dengan begitu, pori-pori daging akan terbuka dan kaldu akan keluar dan kuah sup bisa menjadi lebih gurih dan sedap. Sebaliknya, jika semisal ingin memasak masakan yang hanya dimakan dagingnya, seperti empal, ayam bumbu kuning, dan sebagainya, pastikan memasukkan daging saat air sudah mendidih. Karena kita menginginkan daging yang enak, 'juicy', dan tidak kering.
Perlukah direbus dua kali dan membuang air rebusan pertama?
Banyak sekali cara-cara yang dilakukan masing-masing orang. Tapi kalau saya memasak, saya tidak merebusnya dua kali. Saya menggunakan cara penggunaan air dingin atau air mendidih di atas. Saat direbus pasti akan ada yang mengambang di permukaan. Saya akan menyaringnya atau mengambil busa-busa dipermukaan saat keluar menggunakan sendok atau saringan teh π. Perkembangan saya dalam memasak daging dengan cara di atas cukup mengalami kemajuan, yeay π.
Akan tetapi, jika tetap ingin menggunakan cara merebus dua kali dengan membuang rebusan pertama, rumus di atas masih dapat digunakan π. Caranya, rebusan pertama dilakukan dalam air mendidih, dengan tujuan mengunci kaldu di dalam dagingnya. Rebusan kedua baru dilakukan dalam air dingin, agar kaldunya keluar (jika akan dipakai kuahnya).
Rumus di atas sangat bermanfaat untuk saya dalam memasak. Oleh karena itu, saya bagikan dalam postingan ini barangkali bermanfaat untuk yang lainnya. Nah, sekian dulu berbagi saya mengenai trik merebus atau memasak daging. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa pada kesempatan berbagi berikutnya.
Wassalamu'alaikum
Sumber:



Kalo kita pakai air rebusan yang pertama itu gapapa kan ya? karna tidak saya buang.. Langsung saya olah
ReplyDeleteSaya malah air rebusan yg pertama itu saya pakai buat bikin peyek kacang, jd rasanya gurih,peyek kacang rasa dagingπ
ReplyDeleteSaya malah air rebusan yg pertama itu saya pakai buat bikin peyek kacang, jd rasanya gurih,peyek kacang rasa dagingπ
ReplyDeleteKeren tipsnya..thx yaaa��
ReplyDeleteMantap. Otw saya coba. Dari tadi bingung sama air rebusan yg pertama. Pikir saya itu kan kotor, masa' mau diambil kuahnya utk masak sop. Tapi di sisi lain, kan itu kaldunya. Masa' dibuang sih. Bingung amat. Alhamdulillah nemu artikel ini. Semoga membantu saya dalam mengolah daging Qurban.. hehehee πππ
ReplyDelete